Langsung ke konten utama

Masuknya Islam di Indonesia


Foto wali songo penyebar islam di indonesia
Ada banyak versi yang menceritakan proses masuknya islam ke Indonesia. Dari proses perdagangan, perkawinan, kebudayaan, pendidikan, dan lain-lain. Disini saya akan bercerita sedikit tentang masuknya islam menurut cerita selokantara atau babad banten. Dahulu penduduk jawa berisikan dua pemeluk keyakinan yanhg berbeda. Yang pertama sebagai penganut agama hindu-buddha dan yang kedua penganut kepercayaan kapitayan (percaya dengan hal-hal mistis).
Islam tidak serta merta bisa masuk dengan mudah ke tanah nusantara ini. Di karenakan struktur penduduknya yang masih sangat jawa sekali. Di antaranya
1.      Brahmana yakni kaumnya para resi
2.      Ksatria diperuntukkan untuk raja dan prajurit
3.      Waisa sebutan untuk feudal (tuan tanah)
4.      Sudra sebutan bagi kaum pedagang jawa
5.      Candela sebutan untuk seorang jagal
6.      Mleca sebutan bagi seorang turis atau pendatang
7.      Tuca sebutan bagi para pembunuh dan perampok
Dari struktur penduduk jawa di atas bisa mematahkan teori masuknya islam yang diatas.
Kemudian bagaimanakah islam masuk di nusantara?
Berawal dari perintah syeh Awwaludin yang mengutus 1500 orang ulama’ datang ke tanah jawa untuk menyebarkan islam. Tetapi kesemua ulama’tersebut meninggal karena di jadikan makanan olah makhluk penjaga tanah jawa, karena tanah jawa pada zaman dahulu merupakan tanah yang angker.
Kemudian diutuslah lagi seorang ulama’ yang bernama syeh syamsudin albakir alfarsi atau orang jawa memanggilnya dengan nama syeh subakir untuk mengusir semua makhluk tersebut dan akhirnya berhasil. Kemudian Syeh subakir mengajak syeh jamaludin alkabir untuk membantu menyebarkan islam di tanah jawa. Orang jawa kesulitan memanggil nama syeh jamaludin kemudian mereka memanggil dengan sebutan khas syeh jumadil kubro. Dari syeh jumadil kubro ini lahirlah syeh Ibrahim yang kemudian mnemiliki putra yakniraden rahmat atau yang terkenal sampai sekarang dengan sebutan sunan ampel dan lahirlah WALI SONGO yang menyebarkan agama islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti SELAWE, SEKET, SEWIDAK

SELAWE   Selawe jika diucapkan dalam bahasa Indonesia merupakan bilangan dua puluh lima. Dalam bahasa Indonesia urutan bilangan diucapkan : Dua Puluh Satu,  Dua Puluh Dua, ... s/d Dua Puluh Sembilan.  Sementara dalam bahasa jawa diucapkan : Selikur,  Rolikur, ... s/d Songo Likur. Arti kata LIKUR disini merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi. Artinya pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis dan lain sebagainya. Pada urutan ini, bilangan 25 tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE. SELAWE (SEneng-senenge  LAnang lan WEdok), artinya puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten). SEKET Keunikan bilangan bahasa jawa selanjutnya adalah bilangan SEKET atau Lima Puluh. Setelah Sepuluh (10), Rongpuluh...

Pesantren Sunan Kalijogo

foto bersama pengurus asrama A di teras masjid kyai Nur salim Pondok Pesantren Sunan Kalijogo sebelum berkembang pesat seperti sekarang, dulunya hanya sebatas tempat ngaji biasa dan bertempat di musholla sunan kalijogo atau yang lebih umum di sebut langgar etan. Yang di asuh oleh Kyai abdul rois (Mbah Is). Beliau merupakan kakak dari pendiri Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung Al-maghfurlah Kyai Nur Salim yang makamnya berada di sebelah utara masjid kyai nur salim. Pondok Pesantren Sunan Kalijogo berada di jalan keramat desa sukolilo jabung. Memiliki lembaga formal dari SD, SMP, SMA, SMK, dan juga Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, dan juga lembaga non formal yakni madrasah Diniyah dan juga TPQ Sunan Kalijogo. Pondok Pesantren Sunan Kalijogo menekankan pendidikan salafiyyah yang telah di ajarkan oleh para ulama’ salaf dengan mengajarkan akhlak sebagai prioritasnya. Pondok Pesantren Sunan Kalijogo mulai berkembang dan dikenal berawal dari didirikannya sma sunan kal...

Cerita Kami Mahasiswa Kpi IAI SKJ Malang

Sesi Foto bersama mahasiswa Kpi Semester IV bersama Crew JTV Kunjungan Studi Mahasiswa IAI SKJ ke JTV Malang Rabu  11 maret 2020 kami mahasiswa komunikasi & penyiaran islam (KPI) semester IV melaksanakan kegiatan kunjungan studi ke stasiun JTV Malang. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keilmuan dari para mahasiswa sendiri yang memang salah satunya mengarah pada program siaran. Dalam kunjungan tersebut kami di damping oleh ibu kaprodi kami yakni bu fauziyah rahmawati, S. kom, M. Sos dan juga pak alfian, M. Ikom, selaku dosen jurnalistik media cetak dan online. Tak lupa juga disana kami bertemu dengan tutor yang mahir di bidangnya yakni Miss Oknita Lukma selaku Co reporter JTV Malang yang membimbing kami dan juga memberikan informasi tentang jenis berita, jurnalistik, reportase media, dan lain-lain. Di awal masuk miss oknita mengenalkan tentang jenis berita dan program siaran dari JTV. Kemudian di lanjut dengan pengenalan tempat program siaran dan juga pembelajara...