Pada zaman Rasulullah Sallallahu‘alaihi wasallam, hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid, yang berumur 35 tahun. Usianya sangat millenial bila ditelisik dari usia generasi yang lagi tenar zaman ini. Usia semillenial itu, ternyata masih dalam status: belum menikah. Ia sendiri tinggal di Suffah (teras) masjid Madinah. Suatu ketika, di saat ia sedang mengasah pedangnya, tiba-tiba Rasulullah datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup. “Wahai saudaraku Zahid selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah menyapa. “Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid, sambil tertunduk tak kuasa melihat kharismatik wajah Beliau. “Maksudku mengapa engkau selama ini membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?” tanya Rasulullah. “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku tak tampan, siapa yang mau dengan diriku ya Rasulullah?”, jawab Zahid. Mirip jawaban sebagian kaum millenial zaman ini. Namun sebagaimana dalam banyak momentum u...
Ijazah Ibu Nyai Nafiqoh istri Hadratussyaikh K.H Hasyim Asy'ari yang melahirkan sosok hebat KH A Wahid Hasyim beserta saudara-saudaranya. Dalam mendidik putra-putrinya, Ibu Nyai Nafiqoh mempunyai doa-doa khusus berikut ini ~ Bila seorang anak keras hatinya, suka membantah, maka bacakan: ﻳﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎﻟﻄﻴﻒ Bila seorang anak sedang sakit, maka bacakan: ﻳﺎﺣﻲ ﻳﺎﻗﻴﻮﻡ Bila seorang anak bodoh, maka bacakan: ﻳﺎﻓﺘﺎﺡ ﻳﺎﻋﻠﻴﻢ Bagaimana caranya? Caranya, bacaan-bacaan tersebut dibacakan pada air putih pada malam hari, kemudian diminumkan di pagi harinya. Kemudian, setiap malam itu pula bacakan Surat Al-fatihah masing-masing anak 41 kali. Usaha berupa doa ini sangat penting untuk diupayakan orang tua, karena doa yang dilantunkan dengan penuh keistiqomahan dan ketulusan bisa menembus pintu langit. Kasih sayang Allah sangat luas, sehingga seorang hamba harus selalu semangat untuk meraih petunjuk dari-Nya.